Pemerintah Ungkap Proses Pembangunan Living Park di Rumoh Geudong Aceh

Pemerintah Ungkap Proses Pembangunan Living Park di Rumoh Geudong Aceh

Pemerintah dapat membangun masjid dan living park di tempat Rumoh Geudong, Pidie, Aceh. Sesmenkopolhukam yang juga Ketua Tim Pemantau Pelaksanaan Rekomendasi Penyelesaian Non-yudisial Pelanggaran HAM (PPHAM) Berat Letjen TNI Teguh Pudjo Rumekso mengungkap sistem diskusi soal pembangunan living park di wilayah pelanggaran HAM berat masa lantas itu.
“Jadi telah maket, telah dibuat. Itu juga sekali kembali saya sampaikan bukan itu maunya kita, tidak. Jadi diskusi apa yang rela dibangun di Rumoh Geudong itu telah lewat diskusi yang panjang,” kata Teguh kepada wartawan di Hermes Hotel, Rabu (28/6/2024).

Teguh mengatakan Tim PPHAM banyak terima masukan perihal konsep pembangunan di Rumoh Geudong itu. Di antaranya usulan pembangunan tugu sampai monumen.

“Jadi selagi di awal-awal buat tugu, monumen, ada diorama ada macam-macam dan kita juga terima wejangan dan masukan berasal dari masyarakat, tokoh agama, ulama sesudah itu berasal dari pemerintah daerah. Kemudian juga ada tim kita yang berasal dari Aceh. Jadi itu seluruh diskusi itu kita rangkum kita ajak juga PUPR yang dapat membangun itu, jadi terbentuklah permohonan itu,” kata dia.

Teguh mengatakan penduduk sempat mengusulkan untuk dibangun pesantren. Hingga, pada akhirnya diputuskan untuk membangun masjid dan living park.

“Tadinya minta dibangun pesantren juga di situ, namun juga kan bersama lahan yang tidak cukup luas saya pikir tidak representatiflah dibangun pesantren di situ. Akhirnya muncul itu, kalau nggak pesantren kalau nggak masjid, itu atas usulan berasal dari masyarakat,” kata dia.

Masjid Berasama Satu living Park

“Jadi masjid dikombinasi bersama satu living park harapannya ya dapat tempat untuk beribadah, tempat bertemu, tempat bersilaturahmi bersama tidak meninggalkan itu tadi bekas Rumoh Geudong yang masih ada seperti tangga, sesudah itu ada tugu monumen, hanya nanti letaknya sesuai bersama lay out yang telah dibikin agar secara estetika dapat nampak bagus,” jelasnya.

Teguh mengatakan pembangunan direncanakan dapat di awali terhadap September. Saat ini masih menunggu sistem berasal dari Kementerian PUPR. Dilansir dari laman binamargadki.net

“Dan ini juga saya katakan belum final, kan masih September-Oktober gara-gara menunggu sistem lelang atau apa gitu berasal dari PUPR. Jadi masih ada selagi terima wejangan dan masukan. Itu luasnya selayaknya 7.015 meter persegi, jadi dapat terbangun di situ masjid, taman-taman, sesudah itu ada juga sumur bor yang dapat digunakam penduduk sekitar,” kata dia.


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *